0

Halo sahabat selamat datang di website tasdior.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Leather lover harus tahu beberapa macam jenis kulit untuk bahan tas oleh - tasdior.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kulit merupakan salah satu penemuan manusia yang paling awal dan berguna. Pada zaman dahulu kulit digunakan untuk melindungi tubuh (dijadikan pakaian atau tenda). Manusia primitif berburu hewan liar untuk dijadikan makanan, kemudian kulit hewannya dijadikan tenda atau pakaian. Karena kulit hewan memiliki daya tahan yang kuat dan nyaman dipakai, kulit banyak digunakan untu pembuatan tempat duduk di sepanjang sejarah furniture. Kulit juga selalu dijadikan bahan yang ideal untuk membuat pelana serta alas kaki. Pada abad pertengahan, kulit dijadikan sampul untuk kursi makan.

Kulit sapi merupakan salah satu hasil ternak yang bisa dimanfaatkan untuk membuat berbagai produk fashion. Kulit sapi memiliki tekstur unik dan alami. Kulit sapi paling banyak digunakan untuk membuat kerajinan seperti tas, dompet, sepatu, gantungan kunci kulit custom dll.

Pada umumnya jenis kulit sapi ditentukan oleh proses penyamakan yang dilalui. Penyamakan kulit merupakan proses mengubah kulit sapi mentah yang masih mudah membusuk menjadi lembaran-lembaran kulit sapi yang lebih stabil dan siap pakai. Kulit hasil penyamakan biasa di sebut “leather goods” dan sering digunakan untuk membuat produk â€" produk pakaian, tas kulit pria buatan indonesia, sepatu, dompet, dan sebagainya. Penyamakan terdiri dari tiga tahap utama yaitu tahap awal (pretanning), tahap penyamakan (tanning) dan tahap penyelesaian (finishing).

Ada beberapa jenis kulit sapi yang digunakan untuk membuat kerajinan. Umumnya, jenis kulit sapi yang sering digunakan dibagi menjadi 4 kelompok. Berikut uraian jenis-jenis kulit sapi.

  • Kulit Sapi Nabati

Kulit sapi nabati bertekstur tebal dan kaku serta harganya tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan jenis kulit sapi lainnya. Dinamakan kulit nabati karena bahan yang digunakan pada proses penyamakan menggunakan bahan nabati (tumbuh tumbuhan) . Jenis kulit ini berwarna putih agak kemerah-merahan atau pink. Kebanyakan pengrajin kulit menggunakan jenis kulit ini karena hargannya yang murah. Kulit nabati ini masih bisa diwarnai sesuai kebutuhan. Biasannya dijadikan dalam pembuatan gantungan kunci kulit asli.

  • Kulit Sapi Krom

Kulit sapi jenis krom ini diproses menggunakan bahan mineral seperti acid, garam, chromium sulfat atau tawas pada kulit. Jenis kulit krom ini mudah dikenali karena mempunyai tekstur lemas.  Biasannya pada kulit krom sudah tidak ada crack atau goresan luka, karena dalam proses finishingnya telah menutup semua ketidaksempurnaan permukaan kulit. Kulit krom ini punya karakteristik tebal tapi bertekstur lembut, serta memiliki harga yang lebih mahal dari kulit nabati. Biasanya digunakan dalam pembuatan tas backpack wanita kulit asli.

  • Kulit Sapi Pull Up

Jenis kulit ini paling banyak beredar di pasaran. Sebab memiliki struktur yang lentur sehingga lebih mudah jika dijadikan berbagai produk kerajinan. Kulit sapi pull up ini bersifat tebal, lembut dan lentur. Kulit ini sangat bagus untuk membuat kerajinan kulit seperti tas, dompet, sepatu, dll. Kulit Pull up dalam proses penyamakan menggunakan bahan kimia, hasilnya jauh lebih lentur dan lemas, tetapi tetap mempertahankan tekstur kulit sapi yang khas. Meskipun sudah diberi warna permukaan kulitnya masih terlihat jelas tekstur kulitnya. Kulit sapi jenis ini termasuk jenis kulit anilin yang diaplikasikan dengan oil dan wax. Saat kulit pull up ditarik akan menampakan perubahan warna pada warna dasar. Pada saat kulit ditarik, oil dan wax akan terpisah sehingga akan menunjukan lekukan yang lebih terang dibandingkan warna di permukaan atas. Kulit pull up saat terkena debiu mudah dibersihkan, tetapi kulit ini rentan terhadap goresan. Kulit biasannya makin lama makin keren. Biasannya digunakan untuk pembuatan tas postman wanita, gantungan kunci bahan kulit, tas kulit laki, Clutch kulit asli, dompet kulit Indonesia.

  • Kulit Sapi Suede

Istilah suede ini awalnya berasal dari Bahasa Perancis “Gants de suede” digunakan untuk menunjukkan jenis sarung tangan lembut yang diimport dari Swedia. Tetapi seiring berjalannya waktu penggunaan kulit jenis ini, kata suede digunakan untuk menyebut bahan kulit yang halus seperti beludru, karena memang kulit suede memiliki rupa yang sama dengan beludru. Jenis kulit suede termasuk jenis kulit yang diproses secara terbalik maksudnya kulit ini disamak dari bagian dalam kulit. Kulit suede memiliki karakteristik halus tetapi sedikit kasar dan cenderung tipis disbanding jenis kulit sapi lainnya.

  • Kulit Sapi Nubuck

Jenis kulit nubuck termasuk jenis kulit premium. Istilah nubuck berasal dari kata new dan buck. Jenis kulit nubuck terlihat hampir sama dengan jenis kulit suede, namun dibuat dari lapisan kulit yang berbeda. Tidak seperti kulit suede, jenis kulit nubuck tidak dibuat dari bagian dalam kulit. Kulit nubuck dibuat dari lapisan kulit bagian luar, setelah melalui proses pengolahan, permukaan kulit tersebut diamplas atau disikat untuk menghilangkan lapisan paling atas sampai timbul tekstur halus dan rata. Selain diperlukan waktu yang cukup lama dalam proses pengolahannya, dalam proses pengamplasan tersebut harus dilakukan dengan kecermatan yang tinggi. Karena jika tekanan yang tidak sama akan menghasilkan serabut yang tidak rata, sehingga menyebabkan perbedaan warna pada permukaan kulit nubuck. Dalam penampilannya bisa menjadi tidak rata, secara visual dalam satu permukaan terdapat warna yang gelap dan terang. Karena merupakan hasil dari proses pengolahan kulit bagian luar, maka jenis nubuck ini lebih kuat daripada suede.

Itulah tadi informasi dari daftar poker mengenai Leather lover harus tahu beberapa macam jenis kulit untuk bahan tas oleh - tasdior.online dan sekianlah artikel dari kami tasdior.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Post a Comment

 
Top